Oleh: shienny | Mei 3, 2010

KADya SunarIng DaMAR – 2

Aku bersyukur kepadaMu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.” ( Mazmur 139 : 14 )

Kami sungguh bersyukur, perhatian tante dari Surabaya yang khusus datang untuk membantu di rumah menanti masa kelahiran hingga ‘paska’ melahirkan. Tgl. 25 Februari 2010, kami memutuskan untuk berangkat ke Jakarta. Dasar sifat manusia kami, tidak jera juga selalu mencari solusi, meski masih kabur… apa itu? Saya tidak bisa lupa tanggal itu… yang membuat seolah-olah dunia ‘runtuh’! bak bumi berhenti berputar! Bagaimana tidak, kami disarankan untuk ‘mengambil’ Kaka sesegera mungkin ( artinya menghentikan hidup Kaka ) dengan alasan pasti tidak ada harapan hidup saat lahir ; kelainan bawaan yang cukup kompleks hingga ke kelainan kromosom. Kami lemas dan tidak kembali untuk melakukan  hal itu. Tentu jawaban kami TIDAK! Tidak akan pernah! Rasanya setengah hari itu ‘gelap’, menangis lebih baik, sambil berdoa dan mendapat ketenangan dari dukungan sebagian keluarga dan sahabat. Hingga akhirnya hati kami lebih siap ketika mendengar pendapat lain  yang kembali memuat 3 huruf seputar kondisi jantung Kaka : TGA, ASD, VSD ( terus terang saya jadi agak ‘ngeri’ dengan 3 huruf, tentu kecuali KEN ). Ya sudah, kami mulai lebih tenang, merenung lebih dalam lagi…dan kembali ke Jogja.

Tgl.27 Februari 2010, usia kehamilan 34 minggu hasil USG menunjukkan berat badan Kaka masih mencapai 1.427 gram. Saya dianjurkan untuk menjalani program infus sehingga diharapakan dapat mengejar ketinggalan berat badan. Kami memutuskan untuk menjalani program infuse dengan penuh doa dan harapan. Bahkan seorang sahabat lama mengirimkan buku yang sungguh memberikan kekuatan ekstra. Buku itu tulisan dari James C. Dobson, Ph.D dalam Fokus Pada Keluarga, dengan judul “When GOD doesn’t MAKE SENSE “– Ketika Tuhan tidak dapat dimengerti. Dan ada buku lagi yang diantar oleh sahabat seniman dari tulisan peneliti berkebangsaan Jepang Dr.Kazuo Murakami mengenai “The Divine Message Of The DNA” – Tuhan dalam Gen kita. Pengalaman bersama tulisan-tulisan itu sangat membangkitkan semangat dan menjadi sumber penghiburan bagi kami. Rasanya kami ingin segera USG setelah selesai program, batin kami, efek infus itu bisa langsung ‘cespleng’ hasilnya dan berat badan Kaka naik! Tapi kenyataannya kami harus menunggu beberapa hari untuk USG. Sembari menunggu, kami  melakukan Echocardiogram untuk mengetahui lebih detil kondisi jantung Kaka. Echocardiogram menunjukkan memang jelas tampak ada kelainan pada jantung yang cukup besar.

Hari yang kami tunggu itu tiba, yaitu saat USG setelah menjalani program infus, tapi yang dinanti berhalangan hadir karena sakit, sehingga tanpa USG kami tetap disarankan untuk infus lagi. Program infus ke-2 saya jalani tgl. 11 Maret 2010. Hari-hari pada masa infus, memberikan banyak kenangan. Dari bantuan dan jengukan seorang sahabat perawat, perjumpaan dengan rekan sekamar , juga dengan para perawat. Semua itu memberikan sentuhan dan inspirasi tersendiri buat saya, terutama  cinta dan perhatian dari suami yang sebetulnya ‘biasa saja’ tampaknya tapi begitu spesial buat saya pribadi. Seperti ada yang ‘dekat’ di saat itu, termasuk jengukan sedikit kerabat, papah mamah serta tak ketinggalan KEN :p

Akhirnya setelah beberapa hari kemudian, hasil USG menunjukkan berat badan Kaka menjadi  1.689 gram. Kami jadi lebih bersemangat untuk menjalani  program yang ke-3 pada tanggal 19 Maret 2010. Sebagian besar kebiasaan dan jadwal dari infus telah kami pahami, sehingga dapat disesuaikan pula dengan jadwal pekerjaan ( sst…malahan saya masih sempat mengadakan ‘meeting’ singkat di bangsal ).

Seperti biasa, kami ingin segera USG lagi, namun alat USG sedang dalam perbaikan. Ya sudah, kami sepakat tetap untuk melanjutkan program infus yang ke-4, hingga akhirnya mencapai prakiraan 2.100 gram.

Kembali kami melakukan Echocardiogram yang terakhir dan dengan kesimpulan yang tidak lebih membaik yaitu: TOF berat. Hari semakin dekat dengan 40 minggu dan kamipun sudah pasrah sambil mendaraskan novena dan doa. Apa perasaan saya? Pikiran saya memang cukup ‘ngalor-ngidul’. Saya harus siap dengan segala kondisi Kaka nantinya. Namun satu hal yang saya ingin Kaka tahu, saya sama sekali tidak takut dengan kondisinya nanti, apapun itu…saya memang tidak tahu dan tidak bisa membayangkan… yang saya yakini, saya akan melakukan ‘apapun’ untuk Kaka, meski saya tidak bisa berbuat apa-apa selain mendampinginya dan memberikan cinta semampu saya dalam kondisi se’buruk’ apapun itu. Saya percaya pasti ada jalan dariNya. Banyak pertanyaan yang muncul di otak: bagaimana dengan keluarga saya, anak saya, pekerjaan saya? Saya betul-betul tidak tahu… seperti potongan lirik lagu yang dinyanyikan grup musik wanita ‘She’ yang berjudul Bukan Untuk Sembarang Hati : “Sungguh aku cinta kamu, bukan untuk sembarang hati, hingga nafas berhenti, aku rela berlelah untukmu”

Tak ketinggalan kekuatan itu juga muncul dari seorang sohib yang tinggal di Bali dan keluarganya yang telah memberikan dukungan dengan segala talenta yang berasal daripadaNya untuk senantiasa mendampingi kami dan Kaka.

Di minggu-minggu akhir ( ke-39 dan 40 ) saya semakin merasakan kegembiraan dan ketenangan ( aneh juga ya? ), terutama karena gerakan yang semakin kuat dan hasil NST ( Non Stress Test ) Kaka menunjukkan hasil yang  reaktif.  Seolah tidak mempedulikan lagi rentetan peristiwa dan informasi lalu yang cukup melelahkan jiwa raga. Jalan-jalan pagi, makan es krim, mendengarkan music, berziarah ke Ganjuran sambil ber Jumat Agung disana, kami lakukan dengan hati penuh harap. Tak ketinggalan juga bercandan dengan asisten di kelas dan telepon canda dengan para sahabat membuat hati terasa ringan.

Sudah lewat HPL itu, belum ada tanda apa-apa. Ah, barangkali Kaka mengikuti jejak kokonya yang juga ‘mbeler’ hingga harus diinduksi. Ya wis, tunggu saja begitu hati kecil saya berkata. Kami diberi aba-aba, jika sampai tgl 19 April 2010 (notabene umur kehamilan telah memasuki 41 minggu) belum juga ada tanda-tanda (mules), maka akan dilakukan operasi Caesar pada tgl. 20 April 2010. Hanya ada 2 ‘opsi’: lahir spontan atau caesar, induksi tidak disarankan untuk histori yang demikian rentan.

Hari Minggu Legi, 18 April 2010, dini hari saya sudah mulai merasa ‘tidak enak’ tidur. Ketika mandi pagi, sudah tampak lendir dan darah dengan sedikit perut yang terasa tidak nyaman (orang bilang kontraksi). Lalu saya dan keluarga pergi ke gereja, sesekali memang perut terasa tidak nyaman itu tadi. Waduh, mulai ada perasan yang kuat bakal segera jumpa dengan Kaka. Setelah diberkati oleh Romo, kami menuju ke rumah sakit untuk mencari tahu sudah sebesar apa kontraksi itu. Hari Minggu, tentu hanya para suster bidan yang ‘standby’ Saya pun diberi sarapan (sambil sesekali ‘mringis’ yo… ).

Kontraksi itu makin menguat dan akhirnya saya pun merasakan kembali  ‘aduhai’nya melahirkan. Sungguh membutuhkan hati  yang kuat untuk tetap bertahan. Ingin sekali mengatakan “Stooooop, tidak kuat lagi!” Tapi keinginan bertemu Kaka dan ‘suporter’ dari suster bidan yang betul-betul bisa menggugah semangat, hingga akhirnya pukul 11.45 kepala Kaka muncul dari rahim dan saya berhasil melihat punggungnya di ranjang. Tak ada suara tangisan…

Kaka segera ditangani oleh ahlinya…saya hanya bisa memandang dari kejauhan : sebagian tubuh dan wajahnya dari samping. Lalu Kaka di bawa ke ruang NICU untuk dilakukan pertolongan lanjut. Saya tidak tahan untuk segera menyusul Kaka. Saya hanya ingin memeluknya, mendampinginya, menciumnya dan mengatakan bahwa saya bersyukur pada Tuhan dan padanya …  serta saya mencintainya selalu…

Kaka dibaptis dengan santo pelindung Fransiskus dari Asisi oleh Romo Hartono Budi, Sj. dan wali baptisnya om Arif Haliman. Dan ketika air itu membasahi rambutnya yang hitam, ada sedikit gerakan kepala darinya. Saya puaskan memandangi, mengelus serta mencium Kaka, hingga akhirnya saya kembali ke ruang bersalin sambil senantiasa berdoa dan pasrah. Berat badan Kaka 2,45 kg dan panjang 46 cm. Kaka kecil kami pulang ke rumah Gusti sekitar hampir pukul 14.30. Hampir 3 jam saja…

Meski saya merasa… ada yang ‘hilang’… tapi saya juga mendapat banyak dari Kaka yang demikian kecil itu. Memang betul apa yang pernah dikatakan oleh Romo, bahwa kita harus banyak belajar dari anak kecil.

Kehadiran Kaka membuat banyak pencerahan bagi kami :

Bahwa rencanaNya bukanlah rencana manusia. Meski segalanya telah dipersiapkan oleh kami, jenis kelamin dan hari lahir yang telah diperkirakan serta segala kekuatiran yang timbul…

Bahwa kerahiman Allah pada manusia sungguh seperti saat Kaka berada di dalam rahim. Meski organ tubuh Kaka banyak kekurangan, tapi ‘rahim’ dengan segala kelengkapannya itulah yang tetap membuatnya hidup, memberikan daya hidup. Itulah Cinta yang menghidupkan. Kita sungguh dihidupi oleh kerahiman Allah.

Gusti selalu ‘dekat’ dan memberi kekuatan melalui semua perhatian dan ketulusan dari orang-orang disekitar kita… dari yang paling sederhana sekalipun. Lewat tante yang rela datang jauh-jauh dari Surabaya untuk membantu di rumah selama 2 bulan, perhatian keluarga (termasuk kekhawatiran ibu saya dan sikap KEN yang penuh pengertian meski mamahnya sering ‘mondok’ di Rumah Sakit), para ahli dan juga suster, terutama suster bidan yang telah membantu saya dalam persalinan… Sungguh masih membekas dalam ingatan saya. SabdaNya dalam Kitab Suci, doa-doa, kiriman buku, serta energi dari para sahabat dan romo, … semuanya itu memberikan daya bagi kami. Tak terkecuali Kaka, yang begitu mncintai kami, sehingga kekurangan yang ada padanya tidak dapat dilihat dengan jelas dari awal sehingga tidak menimbulkan kekuatiran yang ‘hebat’ pada kami ( dia betul-betul menjaga hati kami ) serta perjuangannya keluar dari rahim, sehingga saya tidak sampai di ruang operasi. Kaka yang demikian kecil mampu memberikan teladan : bagaimana cara mencintai itu… Itu sebabnya saya menyebutnya anak yang hebat, saya sungguh minta maaf atas segala keterbatasan saya padanya selama itu dan kami pun bahagia menjadi orang tuanya meski hanya berjumpa tidak sampai 3 jam.

Akhir kata…

Saya sungguh bersyukur atas kesempatan 41 minggu ber’dua’an dengannya bahkan saya berharap tanda bekas infus di tangan saya tidak akan pernah hilang… itu tanda mata yang terindah darinya.

Fransiskus Asisi Kadimar Wijoyanto…kami akan selalu mencintaimu… dan terus berdoa untukmu.

“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

Aku bersyukur sebab kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa  yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya;

Tulang-tulangku tidak terlindung bagiMu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

mataMu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitabMu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Dan bagiku, betapa sulitnya pikiranMu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!

Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.” (Mazmur 139 : 13-18)

“Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna.” ( 2 Kor  12 : 9 )

Dan dalam kelemahan  kami berseru : “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” ( 2 Kor 4 : 7 )

Cerita Alkitab ‘Sadrakh, Mesakh, dan Abednego’ dalam Daniel 3 : 17-18 pun turut meneguhkan kami : “Kami percaya Allah sanggup menyempurnakan Kaka, tetapi seandainya tidak, iman kami akan tetap dan akan terus mempercayai Dia”.

Amin.


Tanggapan

  1. amin.

    salam

    • amin. maturnuwun.

  2. (Big hugs for u shien)

    • thanks sis…

  3. Agree. kita bisa punya rencana, tapi terkadang rencana Nya tidak sama dgn rencana kita. Namun 1 hal yg harus selalu kita yakini PERCAYALAH pada Nya. Dia punya rencana yang sangat INDAH utk kita.

    • Betul Von, trims ya…

  4. Yup Shien, baca blog-mu bikin aku ikut merasakan dan menangis.
    Memang kita boleh berencana dan menuliskan rancangan-rancangan itu dalam hati dan pikiran kita, namun Tuhan pula yang berhak menghapus rancangan itu dan menggantinya dengan rancangan-rancangan yang jauh lebih indah.
    Tuhan yang memberi, dan Tuhan pula yang berhak mengambil.
    Shien, tetep kuat dalam iman ya, Tuhan tidak pernah memberi cobaan lebih daripada kekuatan kita.
    GB u and your fam, sis…

    • Iyo, trims ya. Selalu mengucap syukur dalam segala hal :-p

  5. Shiiien…..

    Baru baca kisah lengkap Kaka hari ini…

    Jadi pengen ikutan nangis, cos I had been in that situation too…(agak dejavu dengan peptisol dan USG 4 D :P )

    Memang indah untuk diceritakan tapi berat untuk dijalani ya non…

    Salut untuk iman dan kepercayaanmu, God Always Bless U

    • Hehehe, yan… aku saiki masih minum peptisol, soale masih ada. Ho-o, aku yo dadi iso ngerasake koe biyen. Thanks yo, The Lord bless and keep you and your fam too. Kapan mudik yoja? mampir yo…

  6. dear mama Shienny,

    Kaka pasti udah rest in peace in heaven..
    mama Shienny hebat.. terima kasih buat kesaksian iman yg kuat.. GBU!

    best regards,
    pei pei

  7. Thanks Pei,
    Always semangat juga ya… salam untuk Darren dan papanya juga. Keep contact, ok.

    Salam.

  8. Thx Shie,karena kekuatan yg kamu bagikan…siapapun yg membaca akan belajar dari Shienny dan lil angel Kaka..nama yg tepat Shien,Kaka benar2 membagikan cahaya kekuatan,berjuang sekaligus berserah…duh aq jd nangis jg.. Gbu and your fam yah..

    • Trims juga Kit, aku masih selalu teringat saat-saat kita bersepeda bareng hehehe… ternyata sekarang kita sejalur lagi cuma seperti biasa rumahku dan rumahmu berbeda, jd harus berpisah. Intinya: aku senang sekali bisa bersepeda denganmu. Salam yo buat kluargamu. Kapan ke jogja kita jumpa, begitu pula sebaliknya. Jika tidak keduanya kita dipertemukan di IIC hahaha.

  9. “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun”.

    “Sesungguhnya kami (kita) semua adalah hanyalah milik-Nya (Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa), dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami (kita) kembali.”

    Kami turut berduka atas berpulangnya Kaka. Semoga Kaka diterima di sisi-Nya. Semoga keluarga Bunda Ken diberikan kekuatan dan kesabaran menghadapi cobaan ini.

    Salam,

    Windarto

    • Matur sembah nuwun pak Win atas simpatinya…

  10. Berkah Dalem….
    salam kenal, hari ini saya mencoba mencari artikel mengenai kelainan jantung bawaan karena putri kami Fransisca Felicia (fei) Harimurti (3 Tahun) mengalami kelainan jantung bawaan. hampir setiap hari saya browsing untuk mencari literatur mengenai kelainan jantung Fei hingga akhirnya saya sampai di Blog Mbak shienny. Secara Pribadi saya menyampaikan turut berduka atas pulangnya Kaka.

    Tulisan mbak Shienny sungguh membangkitkan dan menguatkan iman saya (sejujurnya saya sedikit mulai goyah dan mulai menuntut Tuhan). tulisan ini menyadarkan saya betapa Tuhan sudah memberikan anugrah yang sangat besar kepada saya hingga detik ini. Tuhan sudah boleh mengijinkan dan mempercayakan Fei dalam keseharian saya. Tuhan sudah menjaga Fei untuk bisa tumbuh dan berkembang seperti anak tanpa kelainan jantung bawaan (Puji Tuhan)

    Tetralogy of Fallot…..vonis dari dua dokter solo dan Makassar atas kelainan jantung Fei. Agaknya juga masih membingungkan saya karena Fei bisa menjalani kesehariannya tanpa ada keluhan sama sekali terkecuali untuk urusan makan Fei yang sangat sulit kami lakukan. Perlu waktu hingga 45 menit bagi Fei untuk menghabiskan empat suapan kecil di mulutnya (semoga kesabaran ini tidak akan pernah usai…).

    Persiapan untuk membawa Fei ke meja operasi sedang kami lakukan, walau kami tak tahu harus bagaimana mengupayakan biaya yang sangat besar untuk urusan ini. Pemeriksaan gigi dan THT syarat yang juga harus di penuhi sebelum operasi. Pemeriksaan dan persiapan yang cukup panjang karena fei harus sering periksa kedokter gigi untuk memperbaiki giginya yang gigis (keberanian yang kadang tidak saya punya ketika harus naik ke kursi dokter gigi dan ini dapat fei lakukan tanpa ada rasa takut sama sekali…he he).
    wah jadi panjang nih komentarnya…..
    mohon doanya saja agar usaha kami untuk membawa Fei ke meja operasi bisa dapat segera terwujud….

    terima kasih untuk tulisannya ya mbak ….

    salam…..

    • pak Harry dan keluarga… terutama little angel Fei,
      Berkah Dalem juga…

      Wah, pak saya ‘lebih’ terharu dengan sharing pak Harry, trims juga untuk perkenalan ini.
      Tentu Fei sungguh anak yang hebat! dengan segala perjuangannya… ayo terus semangat yah Fei!
      Saya yakin dengan banyak sentuhan dan keceriaan dari pak Harry,ibu dan keluarga, pasti sangat amat dirasakan Fei sebagai kekuatan yg menghidupkan.

      Saya juga paham perasaan njenengan.

      Untuk itu, doa memang menjadi kekuatan yang ampuh yang memampukan kita untuk bisa tersenyum meski hati merintih.
      Boleh tahu bapak tinggal dimana? rencana mau dioperasi dimana pak?
      Ok, kita saling mendoakan ya….

      Salam,
      Shienny

      • Berkah Dalem,….
        Saya sekeluarga untuk sementara tinggal di makassar karena sawah garapannya kebetulan sekali di pindah di makassar….he he…

        rencana sementara Fei masih perawatan gigi dan THT di makassar, kebetulan juga di sini ada dokter spesialis anak yang juga biasa menangani kondisi jantung Fei. Jadi kontrol perkembangan bisa terus dilakukan, sekalian minta referensi dokter jantung di RSCM atau Harapan Kita. harapannya sih ketika dah sampai di jakarta dokternya dah kenal dan sedikit banyak tau kondisi Fei.

        ini ada rencana bulan depan Fei mau saya pulangkan ke Balikpapan…sebenarnya agak bingung juga, Fei biasa terapi pijat refleksi di Balikpapan tapi di balikpapan sendiri tidak ada dokter anak yang bisa memeriksa kondisi jantung Fei. begitu juga di makassar…, ada dokternya tapi gak ada terapisnya (maklum cocok cocokan juga sih kalo soal terapi).

        Soal pijat refleksi ini kalau saya perhatikan sangat banyak membantu Fei. Sejak pijat Fei sangat jarang sakit dan tidak pernah minum obat untuk jantungnya. sebenarnya soal obat ini juga saya sempat khawatir Fei jadi tergantung dengan obatnya apalagi umurnya yang masih kecil. akhirnya saya kuatkan hati untuk tidak pake obat tapi saya refleksi dan ternyata Kondisi Fei baik baik saja. biar bagaimanapun saya masih berharap banyak Fei bisa sehat tanpa harus operasi, jika memang itu harus dilakukan ya ini hanya untuk pilihan terakhir saja.

        Oya gimana kabarnya Ken…? pasti dah banyak perkembangannya ya….ikut senang ajalah, semoga berkat yang melimpah selalu ada untuk Ken ya….

        sekarang saya lebih banyak berserah diri aja Mbak, yang terbaik untuk Fei coba saya berikan dan apapun yang terjadi pokoknya saya ngikut aja deh….Ndherek Kersaning Gusti Pangeran…..

        Salam dari keluarga saya Buat Ken ya mbak….

        Tuhan Memberkati….

  11. Halo Pak Harry,…
    Wah ya memang cukup menjadi dilema juga ya soal terapi dan dokter…. Aslinya memang di balikpapan gitu ya?
    Mungkin jika saya, krn tinggal di Jawa, saya akan nyuwun doa juga di Tumpang (karmelit – jawa timur) untuk Fei. Di sana adakah biara atau pertapaan yang bisa mendoakan juga? saya belum tahu, nanti saya carikan informasi juga.
    Dengan segala keterbatasan, sy turut mendoakan Fei, mungkin menurut informasi yg saya baca memang harus melalui ‘operasi’ itu pak, tapi yang penting melakukan yang terbaik saja untuk Fei. apapun itu. Anda dan keluarga memiliki banyak berkat melalui Fei…

    Ken? hehe… yah makin bersinar aja, maksudnya ya makin banyak hal yg sudah bisa dia lakukan termasuk menolak makanan hahaha. walah sulit sekali klo soal makan.

    Salam selalu untuk Fei juga ya…
    semoga suatu saat berjumpa.

  12. Salam Sejah tera….
    apa kabar mbak Shienny? Keluarga? dan juga Ken…?
    bagaimana juga kabarnya merapi ya…? semoga Kota Yogya dan kota sekitar merapi cepat kembali pulih kondisinya….wah jadi kangen sama kota ini he he

    lama juga sejak 2004 dah jarang banget ke Yogya, paling cuma transit aja trus lanjut ke tempat mertua…maunya sih berlama lama di yogya sekalian nostalgia waktu jaman sekolah dulu he he he….

    saya dulu sempat tinggal di wirobrajan depan aneka indah … he he….apa kabarnya kali winongo ya…?

    Oya Fei sehat…., makannya juga mulai bagus, sudah mulai minta camilan, pastinya kesehatannya sangat bagus, dan semoga semakin baik kondisinya kedepan. Saya belum siap untuk bawa operasi Fei, takut salah ….apalagi kondisinya gak pernah menunjukkan gejala penyakit jantung bawaan. Semoga keyakinan saya akan kuasa Tuhan Yesus tetap memberikan semangat dan pastinya berkat dan kesehatan untuk Fei.

    Salam buat Ken ya…
    mudah mudahan tahun depan saya bisa kunjungi Yogya…bisa sharing lebih banyak lagi…thanks GBU n your family….

    • Pak Hary, Fei dan smua…
      Wah halo-halonya sungguh menggembirakan saya nih.

      Soal merapi, pancen saya dasarnya ‘gak dong’ dan ‘feeling’ saya tumpul soal itu, jadi ya manut sama pak surono aja ahlinya. Namun sampai hari ini jarak aman dari radius 20km diturunkan menjadi 15km. Tapi masih AWAS gitu…

      Saya jarang sekali sampai ke daerah situ, sptnya memang jenis yang ‘kurang jalan-jalan’, lewat aja jarang apalagi melongok ke kali, kok belum pernah ya…(hahaha malu2in aja ya). Yang lagi banyak penggemar adalah kali Code, karena was-was juga dengan kemungkinan kiriman lahar dingin eyang Merapi.

      Wah Fei, hebat… suka camilan apa nih pak? saya jadi antusias jg nih ingin tahu. Masih rajin refleksi? Sekarang suka main apa nih? Salam ya.

  13. haloooooo…..
    wah lama juga gak berkunjung ke mari…, maklum lah banyak kerjaan kantor juga sibuk urusan kandang ternak. kebetulan cuaca lagi sangat buruk di makassar mesti ekstra waspada. sayangnya beberapa hari kemarin, serangan hujan badai dan angin sempat membuat kandang porak poranda, alhasil 16 ekor kelinci langsung lewat….

    Mungkin sedang diingetin untuk selalu melibatkan Tuhan dalam setiap perkara….he he. Harus meninggikan ambang batas kesabaran dan memupuk lebih banyak lagi semangat berusaha (mantap mentooooong kata orang makassar…he he he )

    O iya apa kabarnya Ken ….???
    apa aja sekarang kegiatannya, pastinya banyak dong kemajuannya ya..?
    saling mendoakan aja biar selalu sehat dan mendapat berkat yang melimpah.
    jika memang rejekinya kami sekeluarga akan pindah ke bandung karena pindah tugas…bakalan sering pulang ke solo dan yang pastinya akan sering juga liburan di yogya…yah..semoga aja semua lancar dan di berikan yang terbaik aja.

    Felice sampai dengan hari ini kondisinya sangat baik, sakit hanya waktu natal kemarin aja (radang tenggorokan), mungkin juga karena perubahan iklim yang cukup ekstrim di makassar. saat ini masih sering refleksi di tambah konsumsi obat herbal yang hasilnya sangat memuaskan karena urusan makan sudah jauh lebih gampang dan kelihatannya mulail aper melulu. Recomended lah nih obat herbalnya…sebenarnya sih cuma ekstrak kunyit, temulawak dll tapi pengalaman saya sih hasilnya lebih kelihatan di bandingkan herbal sejenis yang ada di pasaran.
    pokoknya harapannya semoga aja kedepan semakin baik.

    salam aja deh buat Ken dan keluarga di sana ya….

    • Pak Harry,
      waaah trims halo halonya…kami senang dapat kabar dari Makassar.

      Ternyata banyak kejadian ya (saya jadi ikutan menghela napas…prihatin), tapi betul pak Harry jangan putus asa. Kita diberi kekuatan untuk selalu berusaha, itu namanya proses.
      Kalau di pekerjaan saya, kegagalan itu pelajaran yang berharga dan saya yakin Tuhan melihat proses kita dalam bangkit kembali seperti yang teladan yg Dia berikan.

      Wah jika rencana pindah ke Bandung terlaksana… sip deh, nti bisa saling mengunjungi ya, hehehe.
      Ken sudah naik jadi playgroup besar alias KB-B, 2 minggu kmrn sempat sakit muntah dan mencret pak. jadi waduh, sudah ‘sulit’ menaikkan berat badannya ketambahan sakit, tambah abis deh badannya.
      Maka dari itu, saya berminat banget diberi resep yg sama dengan Felice… ekstrak temu lawak itu, mereknya apa ya pak? saya bisa beli di jogja nda ya?

      Kami juga berharap Felice semakin hari-semakin lincah dan bisa kenalan dengan Ken ya nantinya.

      Salam,
      Shienny

  14. Hai Shien… sudah kubaca semuanya… hmmm… speechless… Kebetulan aku juga bukan hobinya nulis (makanya gak punya blog hehehe). Wish you all the best deh.. (loh kok kayak ulang taun??). Semoga cepet diberi momongan lagi, dan jangan2 langsung dapet bonus alias kembar hehehe (who knows!)… itu tu, kayak artis yang divonis susah punya anak, sekarang anaknya udah 3 (pusing-pusing deh tu…). .. hehehe.. Keep the spirit ya Shien! You’re really a good mum… I wish i could ;)

    • Cis…
      thanks ya supportnya. Waktu kamu bales, aku mau reply tp wordpressnya lagi error. Jadi kepending.
      Wei, aku juga salut ma kamu :-p

  15. Dear ibu Shienny, i am really sorry to hear that.. saya sedih sekali setelah membaca tulisan diatas.. tapi inilah hidup.. memang benar.. manusia hanya bisa berencana..tapi TUHAN lah yang menentukan.
    saya salut sekali dengan ketabahan Ibu menghadapi masalah2 yang terjadi..

    semoga TUHAN selalu memberkati Ibu dan keluarga :)

    • Thanks bu,
      kadang kangen dg Kaka, tp sy percaya dia lebih bahagia disana dan nanti suatu saat kita berkumpul lagi hehehe…amin.

      Ada baiknya nanti ibu juga melakukan pemeriksaan detil ya bu sebelum merencanakan adik untuk Nathan.
      Saya pun sudah dan Kaka memang hidup dalam rahim saya, saya pun bersyukur.

      Salam.

  16. Halo Mama Ken :-)

    • Halo juga Mama Rael :D , makasih ya mampir.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.