
Main Pasang Bentuk yuuk!
Inilah hari yang ditunggu-tunggu si tole KEN, yaitu jadwal terapi wicaranya hehe…
Memang seminggu setelah operasi Palatoplasty, KEN harus kontrol kembali untuk memastikan hasil operasi dalam kondisi baik. Setelah dinyatakan ‘Oke’ lalu segera dijadwalkan untuk menjalani terapi wicara selama 1 minggu (5 hari) karena kami berasal dari luar kota Jakarta. Mungkin bagi pasien di Jakarta, cukup seminggu 1 – 2kali namun rutin sampai 3 bulan. Bagi kami yang tinggal di Jogja, sepertinya tidak memungkinkan untuk tiap minggu ke Jakarta ya :-p.
Untuk itu, jadwal terapi wicara Ken dipadatkan dalam 5 hari dan setelah itu kami diperbolehkan untuk mencari terapis di daerah untuk tetap melatih fungsi oral serta wicara Ken. Nantinya 3 bulan sekali, kami tetap akan mengkonsultasikan hasil terapi wicara Ken sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal bagi KEN.
Latihan-latihan tersebut boleh dibilang sederhana, namun memang sangat PENTING bagi pasien pasca palatoplasty. Saya dulu juga tidak mengira, bahwa setelah celah langit-langit ditutup, selesai sudah… namun tidak demikian. Memang semua ada ‘MASA’nya, awal pasca operasi, memang harus total istirahat/tidak difungsikan (1minggu). Setelah 1 bulan kemudian, harus dilatih untuk difungsikan sebagaimana mestinya (kondisi normal), sehingga syaraf-syaraf dapat bekerja dengan aktif dan baik.
Waktu itu kami mendapat jadwal terapi wicara tgl. 20 – 25 April 2009, syukur dari hari pertama sampai hari terakhir, KEN sepertinya menikmati layaknya siswa disekolah yang antusias sekali dengan kegiatan-kegiatan didalamnya. Untuk hari pertama, saya diminta untuk mendampingi KEN, namun hari selanjutnya si ‘Profesor’ (begitu julukan bu Rita kepada KEN)sudah berani masuk ruang ‘kelas’ sendiri dengan riang pula!
Yang paling menarik bagi KEN, pasti permainan-permainannya, seperti : mencocokkan bentuk, memindahkan kerang di piring ke gelas, memotong sayur2an dan buah2an, tebak-tebakan dengan kartu kosa kata (flash card), wah pokoknya segala macam permainan edukatif deh.
Namun yang utama adalah latihan untuk meniup kertas-kertas yang sudah terpotong2 kecil sehingga berhamburan…wah senangnya KEN. Ibu Rita membantu KEN dengan menutup lubang hidungnya waktu meniup sehingga memang diajarkan kepada KEN bahwa udara yang keluar adalah dari mulut bukan hidung seperti yang biasa terjadi dengan pasien celah langit-langit. Kadang juga meniup lilin hehehe… sambil menyanyi selamat ulang tahun. Sebenarnya alat tiup lainnya banyak seperti suling, terompet, dan lain-lain yang berbunyi, namun KEN justru cenderung menolak. Mungkin karena dulu pernah trauma dengan bunyi terompet ‘tahun baru’ yang sedemikian keras dan mengagetkan baginya.
Selain meniup, menyedot pun tidak kalah penting. Adapun sedotan yang digunakan untuk latihan juga bervariatif menurut tingkat kesulitannya.
Tiap kali pulang kelas, KEN diberi hadiah dari bu Rita, berupa mainan buatan bu Rita dari kertas lipat: ada ikan, mobil, hehe apalagi ya bu…
Akhir kata, terima kasih untuk bu Rita ya yang sudah bersabar memberikan latihan-latihan untuk profesor KEN, kami sekarang di rumah tetap melakukan latihan, sekarang KEN sudah pandai mengucapkan ’0..0′ yang berarti popo yang berarti eyangnya hehehe…sampai ketemu nanti lagi ya…Merdeka!
Duh..pasti senang ya bu, Ken udah bisa niup niup, dah bisa lafal O..O
Anak saya, Azka, nanti bulan Agustus 2009 baru mau operasi kedua, penutupan celah langit seperti Ken.
Kalau boleh tanya bu, berapa ya biaya untuk operasi Ken kemaren? dan operasinya di RS mana?
Karena nanti Agustus Azka juga mau operasi di Jogja.
Mohon bantuan dan sarannya ya bu.
Terimakasih sebelumnya
Salam
Oleh: Wildan on Juni 8, 2009
at 12:10 pm
Halo Pak Wildan dan Azka serta keluarga…
Untuk operasi Palato kemaren di RSAB.Harapan Kita Jakarta, mengenai biasa bisa ditanyakan saja ke pihak RSAB.
Waaah jangan kuatir buat Azka, yang penting jaga kesehatan dengan baik menjelang operasi yah. Tidak ada rumus lain yang penting selain kondisi badan yg sehat.
Buat ortu, siap mental dan banyak berdoa supaya bisa mendampingi, memberikan semangat dan keceriaan bagi Azka selalu, jika bukan dari ortu siapa lagi hehehe.
Salam.
Oleh: Shienny on Juni 9, 2009
at 6:40 am
Oiya pak Wildan, operasi di jogjanya dimana dan dengan siapa? kami doakan juga. Semoga lancar ya.
Oleh: Shienny on Juni 9, 2009
at 6:43 am
Terimakasih bu,
Di Jogja, Operasi pertama kemaren dengan spesialis bedah anak Dr Rohadi, dan spesialis bedah plastiknya Dr Rosyadi. Operasi pertama di klinik milik Dr Rohadi, Pleret Bantul. karena biaya kamarnya cukup terjangkau bu.
Yang kedua nantinya rencana akan ke klinik itu juga karena hubungan dengan Dr Rohadi cukup baik.
Oleh: Wildan on Juni 11, 2009
at 11:24 am
thanks ya udah sharing ttg detail penting speech therapy..
bsk pagi mo bikin potongan kertas kecil2 buat di tiup si darren ..
soal mamanya kelupaan .. heran!! minggu depan kaga boleh lupa ini udah sebulan lbh dikit nih pasca operasi darren :p
Oleh: pey2 on Juni 7, 2010
at 12:11 am
c.Pei, ada baiknya jg konsul ke bu Rita ya…
sepertinya untuk awal sedot menyedot jg perlu, ada sedotan yg macem-macem tuh.
Oleh: shienny on Juni 14, 2010
at 11:34 pm
Dear Mama Ken,
senang bisa baca kisah Ken
keluarga kami tinggal di makassar, april 2008 gadis kecilku lahir dengan palato schizis, sejak awal saya melihat ada sesuatu yang tidak semestinya pada anak ketiga kami ini, tapi beberapa dokter anak yang kami ajak konsul memberikan jawaban “tidak ada masalah” pada anak kami, padahal dia tidak bisa menghisap asi, regurgitasi setiap makan atau minum dan termasuk kurus untuk anak seusianya
setelah Nouya berumur 3 tahun, kami baru menemukan dokter anak yang tahu persis masalah palato schisis dan akhirnya Nouya menjalani palato plasty 3 minggu yang lalu
kami sudah mulai speech therapy minggu lalu, tapi Nouya kelihatan tidak nyaman terapi di RS Wahidin Makassar, karena semua pasien
klo boleh sharing dong pengalaman terapi Ken, karena kosa kata Nouya sudah cukup banyak, jadi kami perlu usaha yang lebih keras untuk merubah cara bicaranya
Salam
Oleh: Sandra Pitona on Agustus 4, 2011
at 1:49 pm
Halo halo mama Nouya dan keluarga…
Salam kenal untuk sikecil hebat Nouya ya.
Untuk terapi, saya sarankan ke Harapan Kita Jakarta untuk bertemu dengan bu Rita. Beliau ahlinya. Saya juga belum menemukan terapist yang tepat selama di jogja, sehingga kami memutuskan utk ke Harapan Kita. Karena awal2 itu penting. Tiap bulan kami kesana. tiap kali ke jkt Ken menjalani terapi selama 5 hari berturut2. Nanti setelah perkembangannya bagus, boleh 3 bulan sekali.
Anytime jika mau sharing boleh, dg senang hati ya.
Salam
Oleh: shienny on Agustus 5, 2011
at 9:59 am
Pusat Terapi Anak berkebutuhan khusus Rumah Sahabat Yogyakarta melayani deteksi dini tumbuh kembang anak, terapi autism, terlambat bicara, ADHD, Down syndrom, dan lain-lain dengan terapi terpadu, terapi komunikasi, sensori integrasi, terapi perilaku, fisioterapi serta program pendampingan ke sekolah umum. untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Rumah sahabat di erum Gambiran C 2 UH V, Jl Perintis Kemerdekaan Yogyakarta phone 0274 8267882
Oleh: Zaen on Desember 16, 2011
at 5:04 pm